SEMARANG - Dugaan adanya sindikat perjokian pada seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) tahun ini, sepertinya, bukan sekadar isapan jempol. Kemarin (17/6) tim pengawas SNM PTN lokal 42 Semarang menangkap basah dua peserta yang diduga curang saat mengikuti tes IPA di kampus Unnes.
Dua peserta itu adalah DN, laki-laki, asal Indramayu, Jabar, dan FD, perempuan, asal Kediri. Setelah ditelusuri, lebih dari 25 peserta diduga juga memanfaatkan jasa joki yang sama.
Kecurangan kedua peserta tersebut ketahuan sekitar 15 menit sebelum waktu habis. Saat itu pengawas mendengar suara dari balik kerudung FD. "Modusnya sama dengan yang tertangkap sehari sebelumnya. FD menggunakan jilbab dengan headset dan HP ditempelkan di belahan dada," terang Ketua Panitia SNM PTN lokal 42 Semarang Prof Dr Supriadi Rustad MSi.
Kecurangan DN ketahuan karena pengawas melihat gerak-gerik yang mencurigakan. "Dia sering menyilangkan kaki dengan kepala menunduk. Setelah diperiksa, ada kantong kecil berisi HP di paha kiri," terangnya.
Pengawas juga menemukan salah satu contoh SMS di ponsel yang disita. Misalnya, ada kode 528 S1 B C C A D. "SMS itu menjelaskan jawaban soal nomor 1 hingga 5 untuk kode soal 528," jelasnya.
Setelah melakukan pengembangan, pengawas mencurigai sedikitnya 25 peserta dari sejumlah kota. Mereka diduga dikoordinasi oleh jaringan perjokian di Kota Semarang dan Jogjakarta. Kabar yang beredar, mereka dikumpukan di salah satu hotel di Ungaran. "Panitia bersama petugas kepolisian Gunungpati langsung ke hotel tersebut. Tapi, sampai di sana, semua peserta sudah check out," jelasnya.
Menurut Supriadi, 25 peserta yang dicurigai tersebut mendaftar ke fakultas kedokteran di beberapa universitas. "Semua melakukan tes di Kota Semarang. Namun, mereka mendaftar untuk Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, UGM, dan Undip," katanya.
Berapa peserta SNM PTN itu membayar joki? "Menurut pengakuan DN dan FD, uang untuk joki itu Rp 150 juta-Rp 200 juta. Mereka baru membayar setelah pasti diterima di perguruan tinggi yang dituju," kata Wiyanto, sekretaris panitia SNM PTN lokal 42 Semarang.
Saturday, June 19, 2010
Pengawas SNM PTN di Semarang Temukan Sindikat Perjokian
Subscribe to:
Post Comments (Atom)






siiiiip..........
ReplyDelete